Generasi Qur'ani

Generasi Qur'ani

Pages

Tampilkan postingan dengan label Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI). Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Oktober 2014

Kuliah Informal Ekonomi Islam (KIEI) ke 1


Sebagai bukti atas kecintaan kepada Rosululloh SAW, keluarga besar KSEI-FSQ Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyelenggarakan Kuliah Informal Ekonomi Islam (KIEI) . Kegiatan ini di bentuk agar Mahasiswa dapat memahami dan mengerti dengan Ekonomi Islam sebab ilmu tersebut tidak di jadikan rujukan utama dalam perekonomi sekarang ini.

Acara kali ini diadakan pada hari Selasa, 28/10/2014, jam 16.00 di ruang 6 FEB Unlam. Alhamdulillah , Walaupun saat sore hari lelah dan kecapian sudah memuncak setelah kuliah mulai pagi, namun tidak mengurangi semangat para peserta untuk menghadiri kuliah yang Allah ridhoi ini.

Pertemuan pertama diawali dengan materi “Pengatar Ekonomi Islam” oleh dosen pengajar Rahaman Fauzan. MT (Master Industrial Strategic Management dan Direktur Klinik Bisnis Syariah). Pembelajaran pengatar Ekonomi Islam kali ini adalah:
- Menjelaskan tentang Ekonomi Islam
- Istilah-istilah Ekonomi
- Kegitan-kegitan Ekonomi (Produksi, Konsumsi dan Distribusi)
- Bidang Ekonomi :
a. Ilmu Ekonomi (Memperbanyak jumlah dan menjaga pengedaanya [Faktor produksi)
b. Sistem Ekonomi (Tatacara distribusi kekayaan di tengah masyarakat [Konsep dan Pemikiran Ekonomi)
- Masalah-masalah Ekonomi
Menurut Islam, Masalah Ekonomi yang sebenarnya terletak pada masalah distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat.
- Solosinya
a. Pemecahannya dengan menjamin pemenuhan setiap warga negara, sehingga pusat perhatian pada manusianya bukan barang yang diproduksi
b. Pengaturan Ekonomi pada masalah perolehan kekayaan (Kepemilikan) pengelolaannya dan distribusi kekayaan.

Kira kira pukul 17.45, Materi terkait pengatar Ekonomi Islam sudah banyak di sampaikan serta para peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan materi dari Ust. Rahman Fauzan. Acara terakhir adalah Diskusi, Alhamdulillah peserta banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai pemaparan yang telah di jelaskan.

Semoga kegiatan ini menumbuhkan generasi-generasi yang peduli dengan problematika umat dan negara terutama dalam bidang ekonomi. Allahu Akbar...!
Salam Ekonom Rab’bani....

Kamis, 24 Juli 2014

Bakti Sosial Srikandi FoSSEI Kalsel

Berangkat dari kemiskinan, kesenjangan social dan diskrit kaum marjinal ,serta beberapa masalah lainnya yang mungkin beberapa orang menganggap ini sebagai masalah klasik suatu negara berkembang ,namun yang tidak berujung . Di tengah responsifnya mahasiswa dengan beberapa kejadian aktual di bumi pertiwi ini, sepertinya permasalahan klasik satu ini terlupakan. Kemudian dimanakah peran kita sebagai hamba Allah yang memiliki keberuntungan, tidak terlahir seperti mereka.akankah kita mengabaikannya,sedangkan seluruh anggota tubuh kita yang menjadi saksi di akhir nanti dan saksi bisu ini mungkin meronta untuk bisa membantu mereka yang berkekuranga.

Disini, Srikandi FOSSEI bermakud kembali menghidupkan ghirah para mahasiswa perespon kejadian paling aktif, untuk bersama-sama menata bagian kecil yang sedikit terlupakan . Sebagai harapan ,bermula dari sesuatu yang sederhana ini , bisa terus menhidupkan sensitifitas sosial kita mahasiswa pada khususnya, dan menggerakkan hati yang lain pada umumnya untuk peduli dengan hal yang klasik ini.

Oleh karena itu, FOSSEI melakukan Bakti Sosial yang merupakan program kerja Nasional dan untuk kesempatan yang mulia ini di Kalsel juga melakukan kegiatan tersebut yang di koordiner oleh Srikandi FOSSEI Kalsel yang terdiri dari KSEI-FSQ FEB Unlam, KSEI Ekfan'c Iain, KSEI Poliban, KSEI Uniska.
Kegiatan ini di lakukan dengan membagi-bagikan makanan ringan untuk buka puasa yang di laksanakan pada hari Jum’at, 4 Juli 2014

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh kebaikan yang menjadi pendorong semangat kita untuk selalu melakukan kebaikan serta berusaha penuh menjadi sebaik-baik manusia yaitu manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Sehingga dibulan yang penuh berkah ini jangan sampai kita lewatkan tanpa ada tangan kita yang memberi ,tanpa ada manfaat dari diri kita yang mampu meringankan saudara-saudara kita yang kekurangan.

SEMINAR EKONOMI SYARIAH 2014



Banjarmaisin, 11 Mei 2014. KSEI-FSQ Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam mengadakan acara Seminar Ekonomi Syariah dengan tema “Urgensi Ekonomi Islam Sebagai Era Baru Perekonomian Indonesia”. Acara yang berlangsung di Aula Rektorat Unlam lantai 1 tersebut menghadirkan pembicara daerah dan nasional, yaitu Ir. Dwi Condro Triono, Ph. D, seorang pakar ekonomi islam sekaligus penulis buku “Ekonomi Islam Madzhab Hamfara”, Dr. Muhaimin, S, Ag, MA, beliau adalah pengamat ekonomi islam dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Drs, Indrajaya Said, beliau sebagai Direktur utama PT. BPRS Berkah Gemadana.

Ir. Dwi Condro Triono, Ph.D


Dr. Muhaimin, S.Ag, MA


Drs. Indraya Said

Peserta yang hadir berasal dari umum, dosen dan mahasiswa dari berbagai Universitas di Banjarmasin, Kalimatan Selatan. Seperti IAIN Antasari, UNISKA, POLIBAN, Asmi Citra Banjarmasin, STIKIP PGRI, dan Seluruh Fakultas yang berkonsentrasi dalam bidang ekonomi yang ada di Universitas Lambung Mangkurat tentunya.


Alhamdulillah acara Seminar Ekonomi Syariah yang di selenggarakan KSEI-FSQ Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam mendapat dukungan baik dari mahasiswa maupun masyarakat kampus yang mengikuti acara tersebut. "Insya Allah akan ada gebrakan baru dari event KSEI nantinya, mohon do'a dan dukungan dari semua pihak", kata Nor Hidayatullah selaku Koordinator Dept. KSEI di Organisasi ke islaman yang bernama Forum Studi Al Qur'an.

Selasa, 23 April 2013

DISKUSI PUBLIK 2013 *KSEI-FSQ*

Pada hari sabtu, tanggal 9 maret 2013 KSEI-FSQ Fakultas Ekonomi Unlam kembali mengadakan sebuah acara diskusi public dengan tema “Arah yang Menentukan Perekonomian Indonesia  tahun 2013 ”. Acara diskusi public ini dihadiri oleh berbagai macam aktivis, dosen, masyarakat umum dan para mahasiswa fakultas ekonomi sendiri.

Acara yang berlangsung dari jam 08.00-12.30 ini cukup membuat peserta antusias. Terlihat dari peserta yang serius meyimak apa-apa yang dipaparkan para pembicara. Diskusi public kali ini menghadirkan 3 orang pembicara.






Pembicara pertama, Syarituah Siregar, SE. MA yang merupakan dosen fakultas ekonomi lambung mangkurat. Beliau memaparkan tentang refleksi perekonomian Indonesia ditahun 2012, bagaimana semua sector ekonomi baik itu dari segi mikro maupun makro nya yang saling berhubungan.

Pembicara kedua, Hidayatullah Muttaqin, SE. M.Si juga merupakan dosen fakultas ekonomi lambung mangkurat. Beliau memaparkan tentang bagaimna ekonomi Islam bisa menjawab berbagai permasalahan ekonomi yang terjadi, baik itu di Indonesia maupun di berbagai negara lain. Karena pada dsarnya, ekonomi yang dianut dunia sekarang ini merupakan ekonomi kapitalisme, sehingga permasalahan yang munculpun diakibatkan oleh berbagai hal yang sma persis.

Pembicara ketiga,Dr. Ichsanudin noorsy, SH, M.Sc yang merupakan pengamat perekonomian Indonesia. Terlihat dari fakta-fakta ekonomi Indonesia yang beliau sampaikan, sehingga bisa memprediksi bagaimana gambaran perekonomian Indonesia kedepannya. 
Setelah para pembicara memaparkan materinya masing-masing, para peserta pun banyak yang unjuk tangan untuk bertanya. Karena memang acra kali ini mengharapkan para peserta antusias dan bersemangat untuk saling berdiskusi.

Dari hasil diskusi yang berlangsung sekitar 3 jam tersebut menghasilkan sebuah kesimpulan. Ternyata masalah-masalah ekonomi  yang ssering terjadi akibat adanya system yang diterapkan, bukan karena masalah tekhnis semata. Terlihat dari banyaknya serta seringnya masalah-masalah ekonomi yang terjadi di Indonesia. Dari korupsi, perampokan, pencurian, kemiskinan, harga bahan pokok yang selalu naik, pendidikan yang mahal, serta adanya permainan kongkalikong antara peran pemerintah dengan para pengusaha swasta.
Sehingga yang terjadi adalah yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin saja. Terlihat bagaimana peran pemerintah sangat minim dalam menangani kesejahteraan rakyatnya sendiri. Ketika yang terjadi adalah karena masalah system, maka sudah sepantasnya lah system itu sendiri yang harus diganti. sooo... good luck !! 

Sampai ketemu di acara kami selanjutnya yahhh.... ^_^




Jumat, 07 Desember 2012

SMART DIALOG (SATU HARI TANPA SUBSIDI)



Pada hari jum'at, 07 Desember 2012, Forum Studi Al Qur'an (FSQ) FE Unlam, kembali melaksanakan agenda rutin setiap hari jum'at yaitu SMART DIALOG bertempat di Mushala Ulul Albab FE Unlam, dimana pada kesempatan luar biasa ini pembicara yang di amankah adalah Akhina Febrian Triyudhanto, dengan tema diskusi yang hangat-hangatnya di media sosial yaitu "Satu Hari Tanpa Subsidi".
Inti pembahasan diskusinya dalam Smart Dialog kali ini adalah:
Pemerintah tak akan merealisasikan wacana satu hari tanpa BBM bersubsidi untuk melakukan penghematan. Pasalnya, besaran angka penghematan tak signifikan, apalagi dikhawatirkan akan ada gejolak di tengah masyarakat akibat tak adanya BBM bersubsidi (Kompas.com, 27/11).

Awalnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mewacanakan hari Ahad 2 Desember sebagai Hari Tanpa Bensin Bersubsidi. Rencananya, pada hari itu semua SPBU di pulau Jawa Bali dan lima kota besar di luar pulau Jawa Bali yaitu Medan, Batam, Palembang, Balikpapan dan Makasar, tidak melayani penjualan BBM bersubsidi dari pukul 06.00 – 18.00, dan tetap melayani penjualan BBM non subsidi.

Semua itu berawal dari masalah kuota BBM bersubsidi yang diperkirakan akan habis sebelum 31 Desember. Kuota BBM bersubsdi di APBN-P 2012 telah ditambah dari 40 juta kiloliter (APBN 2012) menjadi 44,04 juta kiloliter. Sejak awal, kuota APBN-P itu sudah diprediksi tidak akan cukup. Menurut Pertaminan, idelanya kuota BBM bersubsidi itu sebesar 45,25 juta kiloliter.
Migas dan SDA yang melimpah lainnya dalam pandangan Islam merupakan milik umum. Pengelolaannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat. Tambang migas itu tidak boleh dikuasai swasta apalagi asing. Abyadh bin Hammal menceritakan bahwa ia pernah menghadap kepada Nabi saw dan minta diberi tambang garam yang menurut Ibnu Mutawakkil, berada di daerah Ma’rib lalu beliau memberikannya. Namun saat ia akan pergi, ada seseorang yang berada di majelis berkata kepada Rasul : “Tahukah Anda apa yang Anda berikan padanya, sungguh Anda memberinya sesuatu laksana air yang terus mengalir.” Maka beliau pun menariknya kembali darinya (HR. Baihaqy dan Tirmidzy).

Rasul saw juga bersabda:

«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْكَلإَِ وَالْمَاءِ وَالنَّارِ»

Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: padang rumput, air dan api (HR Abu Dawud dan Ahmad)

Karena itu, kebijakan kapitalistik, yakni liberalisasi migas baik di sektor hilir termasuk kebijakan harganya, maupun di sektor hulu yang sangat menentukan jumlah produksi migas, dan kebijakan zalim dan khianat serupa harus segera dihentikan. Sebagai gantinya, migas dan SDA lainnya harus dikelola sesuai dengan syariah. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan menjadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat.